Baca Juga: Kemenperin Gandeng Universitas Tiongkok Guna Cetak SDM Unggul untuk Sektor Manufaktur Strategis
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan angka ekspor tersebut tanpa menggoyahkan kekuatan pasar dalam negeri.
Strategi yang disiapkan mencakup perlindungan industri domestik yang dibarengi dengan fasilitasi ekspansi ke pasar global.
“Kita ingin mengoptimalkan potensi ekspor tanpa mengurangi porsi domestik. Artinya, kita tetap melindungi pasar dalam negeri, tetapi juga mendorong peningkatan ekspor produk manufaktur,” tegas Menperin.
Fokus pada Insentif Kendaraan Listrik
Selain penguatan ekspor, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya kelanjutan insentif kendaraan listrik (EV).
Baca Juga: PMI Manufaktur Maret 2026 Bertahan di Level 50,1, Menperin: Industri Kita Sangat Resilien
Kebijakan ini dinilai strategis untuk mencapai efisiensi fiskal melalui pengurangan subsidi BBM dan penekanan emisi karbon.
“Insentif kendaraan listrik kini semakin relevan. Selain untuk menekan emisi, juga untuk mengurangi konsumsi BBM sehingga dapat menekan beban subsidi. Yang tidak kalah penting, kebijakan ini harus mampu memperkuat industri dalam negeri dan melindungi tenaga kerja kita,” pungkasnya. (*)





