Baca juga: Alasan Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Nakhoda Baru Badan Gizi Nasional
Siasat Menjaga Otot Rupiah
Pertemuan yang diinisiasi oleh legislatif ini sejatinya digelar untuk mengevaluasi kebijakan ekonomi terkini.
Dasco menyatakan, di tengah situasi makro yang dinamis, keselarasan antara pembuat kebijakan fiskal dan moneter tidak boleh retak.
“Pertemuan untuk evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini,” ucap Dasco dalam konferensi pers usai pertemuan.
Prasetyo Hadi yang hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto—karena sedang melakoni tugas di luar negeri—menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat DPR. Pertemuan berkala semacam ini dinilai krusial untuk meredam spekulasi negatif.
“Kami mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dasco sebagai pimpinan DPR yang telah memfasilitasi pertemuan pada pagi hari di antara kita semua,” tutur Prasetyo.
Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Presiden Prabowo Resmi Copot Wamen Imipas Silmy Karim
Bagi mantan anggota DPR ini, kunci stabilitas adalah kebersamaan. “Terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam menjaga moneter dan fiskal terus berada di posisi yang diharapkan,” paparnya.
Meramu Sinergi Penuh
Rapat kilat itu akhirnya melahirkan sejumlah kesepakatan taktis. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa bank sentral akan fokus memperkuat kewenangannya demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gempuran sentimen global, tentu dengan sokongan penuh dari sektor fiskal.




