URBANCITY.CO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggenjot pemulihan ekonomi domestik melalui sektor riil.
Kementerian UMKM resmi membuka ajang Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Hall JIExpo Kemayoran untuk merangsang daya beli masyarakat global maupun lokal.
Manajemen menempatkan pameran tahunan ini sebagai instrumen vital yang menghubungkan produsen lokal langsung dengan barisan pemodal.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang hadir mewakili Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi konsistensi panitia dalam mempertahankan mutu pameran yang telah menginjak usia ke-57 tahun ini.
Pihaknya melihat gelaran ini bukan sekadar tempat berburu takjil atau hiburan musik, melainkan inkubator bisnis raksasa bagi para perajin daerah.
Baca juga:Â Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Layanan
“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengelola JIExpo, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas bisnisnya,” ujar Maman Abdurrahman di panggung utama, Kamis, 11 Juni 2026.
Mengalokasikan Hampir Separuh Stan untuk Pengusaha Mikro
Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026 mencatat kehadiran sekitar 2.800 korporasi besar dan 1.800 penyewa (tenant) lapak dari berbagai lini industri.
Divisi perencanaan dengan sengaja mengalokasikan porsi sebesar 45 persen dari total stan khusus untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro dan kecil.




