Langkah ini memastikan produk kerajinan tangan, fesyen lokal, hingga kuliner nusantara mendapatkan ruang promosi yang setara dengan merek multinasional.
Pengelola kompleks JIExpo membuka gerbang pameran setiap hari kerja mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB untuk mengantisipasi serbuan pekerja kantor.
Baca juga: Lindungi UMKM dari ‘Market Abuse’ di E-Commerce, Menteri Maman Gandeng Meutya Hafid
Sementara pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, petugas melayani pengunjung lebih awal sejak pukul 10.00 WIB.
Sistem penutupan loket tiket elektronik sengaja terjadwal ketat setiap malam pada pukul 22.00 WIB demi menjaga ketertiban arus keluar-masuk pengunjung.
Mengincar Angka Kunjungan Enam Juta Orang dalam Sebulan
Menteri Maman optimistis gelaran tahun ini mampu memecahkan rekor omzet baru dengan mematok target perputaran uang mencapai Rp8 triliun.
Angka tersebut melompat signifikan dari pencapaian transaksi tahun lalu yang tertahan pada posisi Rp7,3 triliun.
Manajemen juga memasang target kedatangan pemudik dan pelancong melampaui batas enam juta orang guna menggerakkan roda ekonomi hilir.
Baca juga:Â Menteri Maman Pacu Pemberdayaan Perempuan di Pulau Rinca Lewat PNM Mekaar
“Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM. Selain nilai transaksi yang tercipta, kami juga memperhatikan peningkatan jumlah pengunjung karena hal tersebut memperluas kesempatan promosi, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas,” kata Maman menjabarkan strategi perluasan pangsa pasar produk lokal.




