“Jangan pakai asbes lagi. Ini untuk kebaikan kesehatan, tidak ada kompromi,” tegas Ara saat meninjau material bangunan di lapangan.
Baca Juga: Tanpa APBN, Maruarar Sirait Tata Menteng Tenggulun dan Renovasi 131 Rumah
Integrasi UMKM dan CSR
Filosofi penataan ini berporos pada pemberdayaan ekonomi. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kuliner dan aktivitas UMKM.
Ara meminta agar material konstruksi, seperti genteng, dipasok dari pengrajin lokal dan pendanaannya dioptimalkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan mitra.
“Merenovasi rumah sekaligus menumbuhkan ekonominya. Kita jangan ragu memberikan kesempatan bagi UMKM. Libatkan program CSR, bahkan material seperti genteng bisa dari UMKM,” tuturnya.
Meski pembangunan fisik dikebut, Maruarar menyadari tantangan sebenarnya ada pada fase pasca-konstruksi. Ia mengingatkan warga dan jajarannya agar aspek kebersihan, keamanan, dan perawatan kawasan tetap terjaga secara mandiri.
Baca Juga: Menteng Tenggulun: Dari Kumuh ke Sentra Kuliner Rakyat
“Yang paling sulit adalah bagaimana mempertahankan dan mengembangkan kawasan ini setelah dibangun,” ujarnya.
Kementerian PKP berkomitmen mengawal proyek ini hingga tuntas agar Menteng Tenggulun benar-benar menjelma menjadi model penataan kawasan berbasis kolaborasi yang terintegrasi antara kualitas hunian dan kesejahteraan ekonomi. (*)






