URBANCITY.CO.ID – Kepemilikan rumah semakin menjadi bagian penting dari strategi investasi sekaligus gaya hidup masyarakat urban. Di tengah tingginya kebutuhan hunian, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terus menjadi motor utama yang membuka akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
BTN Dominasi Penyaluran KPR Subsidi FLPP Nasional
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi bank dengan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbesar hingga akhir Juli 2026.
“Rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi penyaluran pembiayaannya,” kata Maruarar dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan paparan Kementerian PKP, hingga 29 Juli 2026 BTN telah menyalurkan sebanyak 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara seluruh bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Capaian tersebut memperkuat posisi BTN sebagai penggerak utama pembiayaan rumah subsidi di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait juga menegaskan capaian tersebut saat menghadiri Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Baca Juga: BTN Jadi Raja KPR Subsidi, Solusi Hunian Urban & Investasi Masa Depan
Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatat penyaluran 28.282 unit rumah subsidi. Secara konsolidasi, BTN dan BSN telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026, mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap hunian terjangkau.




