Kolaborasi Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau
Pertumbuhan penyaluran KPR subsidi menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dan pengembang menjadi fondasi penting dalam mempercepat kepemilikan rumah. Sinergi tersebut tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor properti sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan penyaluran KPR subsidi memerlukan dukungan seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pemerintah, BP Tapera, perbankan hingga pengembang, agar akses masyarakat terhadap rumah layak semakin luas.
Bagi masyarakat urban, kepemilikan rumah melalui skema FLPP tidak hanya memberikan kepastian tempat tinggal, tetapi juga menjadi aset jangka panjang yang berpotensi meningkatkan nilai kekayaan keluarga seiring berkembangnya kawasan permukiman.
Akad Massal Perkuat Optimisme Sektor Perumahan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah pun terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha agar semakin banyak masyarakat memperoleh rumah yang layak dan terjangkau.
Baca Juga:Â BTN Dominasi Akad Massal, Akses Rumah Kian Mudah
Akad massal KPR Sejahtera FLPP tahun ini diikuti 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi. Skala tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan program pembiayaan rumah subsidi di Indonesia.
BP Tapera mencatat jumlah peserta tersebut menjadi yang terbesar sejak program akad massal FLPP pertama kali diselenggarakan. BTN juga menjadi bank dengan peserta terbanyak, yakni 30.203 debitur yang mengikuti akad secara langsung maupun daring dari berbagai daerah.




