URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya wadah kolaboratif bagi subsektor fesyen untuk memperkuat jejaring ekosistem nasional.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi panitia Rhapsody Summit SEDASA 2026 di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Teuku Riefky memproyeksikan perhelatan fesyen berskala nasional tersebut akan menjadi pemantik lahirnya inovasi baru sekaligus memperluas perspektif para desainer lokal agar mampu bersaing di kancah global.
“Kementerian Ekraf hadir untuk memastikan subsektor fesyen memiliki wadah kolaboratif yang berkelanjutan. Melalui kegiatan seperti SEDASA, kita menciptakan sinergi antar-pelaku industri kreatif agar mampu membangun relasi dan memperkuat jejaring ekosistem fesyen nasional secara menyeluruh,” ujar Teuku Riefky.
Baca Juga: Perangi Fast Fashion, Kementerian Ekraf dan Mahasiswa Gaungkan Fesyen Berkelanjutan
Eksibisi dan Transaksi Langsung
Rhapsody Summit SEDASA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 di InterContinental Jakarta Pondok Indah.
Acara ini akan mengintegrasikan fashion show dengan eksibisi yang melibatkan 13 jenama fesyen ternama, di antaranya Mandjha by Ivan Gunawan hingga Nabila Misha Fashion.
Menteri Ekraf mengapresiasi konsep acara yang tidak hanya menonjolkan estetika di runway, tetapi juga menyediakan ruang bagi transaksi ekonomi langsung.
“Kami memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan acara ini yang juga menyediakan ruang pameran bagi para desainer,” tuturnya.
Baca Juga: Menperin: Ekspor Fesyen Muslim Indonesia ke Negara OIC Tembus USD 990 Juta, Melejit 83 Persen




