URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama akademisi dan pelaku industri memperkuat narasi fesyen berkelanjutan (sustainable fashion) melalui program “Dressponsible Vol.2” yang digelar di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Hal itu merupakan langkah nyata Kementerian Ekraf agar idustri fesyen Indonesia mulai meninggalkan pola konsumsi berlebihan.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa transformasi menuju ekosistem fesyen yang hijau memerlukan kerja sama hexahelix.
Menurutnya, penguatan literasi publik menjadi kunci agar ekonomi sirkular bisa diadopsi secara luas.
Baca Juga: Menperin: Ekspor Fesyen Muslim Indonesia ke Negara OIC Tembus USD 990 Juta, Melejit 83 Persen
“Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan narasi ini melalui berbagai ruang kolaborasi dan penguatan literasi publik,” ujar Yuke.
“Dress Smart, Stay Responsible”
Dressponsible Vol.2 merupakan kampanye edukatif yang diinisiasi oleh mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Jakarta.
Dengan mengusung pesan “Dress Smart, Stay Responsible”, gerakan ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja dan menyadari dampak buruk fast fashion terhadap lingkungan.
Plt. Direktur Fesyen Kementerian Ekraf, Romi Astuti, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mempopulerkan praktik reduce, reuse, recycle, hingga upcycling. Ia menilai generasi muda memiliki kekuatan besar sebagai corong edukasi di media sosial.
“Kami sangat mengapresiasi program yang diinisiasi teman-teman mahasiswa ini karena menjadi ruang edukasi dan kampanye tren sustainable fashion, seperti circular fashion, secondhand, capsule wardrobe,” tutur Romi dalam sesi konferensi pers.




