URBANCITY.CO.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa uang hasil penyelamatan kekayaan negara sebesar Rp10,2 triliun akan langsung dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
Salah satu prioritas utamanya adalah merenovasi ribuan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang kondisinya memprihatinkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kejaksaan Agung RI, Rabu (13/5/2026).
Bukti Konkret Penyelamatan Uang Negara
Presiden Prabowo menekankan bahwa rakyat perlu melihat hasil nyata dari kerja keras pemerintah dalam memberantas pelanggaran administratif dan kerugian negara.
Baca Juga: Presiden Prabowo: 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Diresmikan hingga Akhir 2026
Dana yang terkumpul dari denda tersebut akan menjadi modal besar bagi pembangunan infrastruktur kesehatan.
“Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas. Rakyat kita harus lihat, ini lho uang hari ini Rp10 triliun,” ujar Presiden Prabowo.
Fokus pada Perbaikan Puskesmas di Daerah Terpencil
Berdasarkan laporan Menteri Kesehatan dan hasil pantauan langsung di daerah terpencil, Prabowo mengungkapkan bahwa ada sekitar 10.000 puskesmas yang belum pernah mendapatkan perbaikan sejak era 1990-an.
“Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menkes. Pak, kita punya 10.000 puskesmas sejak zaman Pak Harto, 30 tahun, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki,” ungkapnya.




