Web3 dan Masa Depan Ekonomi Kreatif
Kolaborasi OJK dengan Kementerian Ekonomi Kreatif melahirkan inisiatif ambisius: Infinity Accelerator 2026. Program ini merupakan jembatan bagi para pelaku industri kreatif untuk mengubah karya mereka menjadi aset likuid.
Melalui teknologi Web3 dan blockchain, karya kreatif kini dapat memiliki transparansi dan pelindungan yang lebih baik, sekaligus menjadi agunan atau instrumen pembiayaan yang kredibel bagi perbankan.
Literasi Kripto dan Benteng Keamanan Siber
Menanggapi tren aset digital, OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026.
Friderica menilai aset kripto berpotensi menjadi the future of financial market yang juga berkontribusi pada penerimaan pajak negara.
Namun, pesatnya digitalisasi ini diimbangi dengan kewaspadaan tinggi. OJK menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat pertahanan siber para penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan.
Baca Juga:Â OJK Terapkan QR Code Pialang Asuransi, Upaya Tangkal Praktik Ilegal
“Keamanan siber adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital kita,” tambahnya.
Ekspor Daerah: Dari Hulu ke Hilir
Di level daerah, peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) mulai membuahkan hasil nyata. Salah satu capaian fenomenal adalah ekspor perdana kelapa dari Sumatera Selatan pada April 2026.
Dukungan OJK dalam proyek ini mencakup seluruh rantai nilai (value chain financing), mulai dari pembiayaan budidaya bagi petani, pengolahan, hingga fasilitas trade finance untuk perdagangan internasional.






