Baca juga: Akselerasi Digital Sektor Manufaktur, Kemenperin Pacu Industri 4.0 di Dua Perusahaan
Oleh sebab itu, Kemenperin melalui BPIFK secara rutin menyelenggarakan workshop Creative Talk sebagai upaya penguatan ekosistem industri kreatif dan peningkatan daya saing pelaku usaha,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6).
Strategi Tepat Sasaran untuk IKM
BPIFK baru saja menyelenggarakan workshop bertema “Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif” di Badung, Bali.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyebutkan bahwa kualitas produk saja tidak cukup tanpa kemampuan menjawab preferensi konsumen.
Pelaku usaha perlu memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian agar setiap inovasi produk menjadi tepat sasaran.
Keberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kreativitas perancangnya, tetapi juga oleh kemampuan menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen.
Baca juga: Ekspor Perhiasan Indonesia Tembus USD 9 Miliar, Kemenperin Dorong Transformasi Industri 4.0
“Oleh karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran,” ujar Reni.
Komitmen Pembinaan Bisnis Kreatif
Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, memastikan pihaknya akan terus menjadi mitra strategis bagi pelaku industri kreatif nasional.
Fokus pembinaan meliputi aspek pengembangan produk, strategi pemasaran, serta peningkatan kualitas produksi yang berorientasi pada kebutuhan pasar.




