Baca juga: Inovasi Prabumulih Field Menyuntik Produksi Migas, Hasil Sumur PBM-025 Tembus 205 BOPD
Efisiensi biaya hingga 15% menunjukkan komitmen kuat manajemen dalam menjaga profitabilitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor energi masa depan.
Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menambahkan, produksi minyak terbesar di 2024 berasal dari mampunya mempertahankan decline baseline sebesar 15%.
Menyusul keberhasilan bor di Gunung Kemala (GNK) dan Lembak (LBK).
“Sementara produksi gas terbesar berasal dari pengembangan area Prabumenang (PMN),” imbuhnya.
Apresiasi Kinerja dan Masa Depan Energi
Keberhasilan impresif ini mendapatkan pengakuan melalui penghargaan dalam ajang Production Summit pada Februari 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi tim.
Baca juga: PHR Zona 4 Targetkan Bor 35 Sumur, Perkuat Sinergi dengan Pemda
PEP Prabumulih yang berada di bawah naungan PHR Zona 4 terus berinovasi demi meningkatkan sinergi operasional yang diawasi langsung oleh SKK Migas.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga ritme pertumbuhan pendapatan guna memberikan kontribusi fiskal yang lebih besar bagi negara.
Anda kini dapat memandang sektor migas domestik sebagai katalis penting yang menggerakkan roda ekonomi urban dan regional secara berkelanjutan melalui tata kelola yang profesional. (*)




