URBANCITY.CO.ID – Kawasan wisata Legian dan Kuta, Bali, menyuguhkan pemandangan berbeda pada akhir pekan lalu. Deretan sepeda motor yang secara fisik menyerupai kendaraan berbahan bakar bensin melintas dengan senyap tanpa deru knalpot.
Kendaraan-kendaraan tersebut merupakan unit hasil konversi listrik dalam proyek EV-GO yang digagas oleh EV-READY Group. Program ini bertujuan melakukan percepatan transisi energi dengan mengubah kendaraan roda dua berbahan bakar fosil menjadi motor listrik secara massal.
Solusi Transisi Energi Tanpa Beli Unit Baru
Soft launching program ini digelar di tengah agenda pertemuan komunitas dan pelaku industri di sebuah hotel di Legian, Minggu, 12 April 2026. Proyek ini hadir sebagai jawaban atas tingginya biaya pengadaan kendaraan listrik baru di pasar.
President ID-Opentech Group sekaligus Ketua Umum Asosiasi Provider Smart City Indonesia (APSCI), Raine Renaldi, menjelaskan bahwa fokus utama proyek ini adalah memberikan kemudahan akses bagi masyarakat luas.
Baca Juga : BPJT: Implementasi Tol Nirsentuh MLFF Masih Tahap Pra-Uji Coba dan Dilakukan Bertahap
“Percepatan transisi energi dan adopsi kendaraan listrik adalah visi utama kami. Kami ingin memberikan solusi nyata bagi masyarakat untuk beralih ke teknologi ramah lingkungan tanpa harus membeli kendaraan baru yang mahal,” ujar Raine dalam keterangannya.
Alasan Pemilihan Bali sebagai Pionir
Pemilihan Pulau Dewata sebagai lokasi percontohan (pilot project) pertama bukan tanpa alasan. Raine menilai Bali memiliki kesiapan ekosistem yang paling matang saat ini, baik dari aspek regulasi pemerintah daerah maupun kesadaran lingkungan masyarakatnya yang tinggi.
Dalam demonstrasi teknologi yang ditampilkan, proses mengubah mesin motor bensin menjadi penggerak listrik diklaim dapat dilakukan dalam waktu singkat. Inovasi kecepatan teknis ini diharapkan menjadi kunci utama agar program konversi dapat segera diimplementasikan secara luas di berbagai provinsi lain di Indonesia.
Target besar dari proyek ini adalah mengonversi jutaan unit motor di Indonesia guna menekan emisi karbon secara signifikan tanpa harus membebani ekonomi masyarakat dengan pembelian unit baru dari diler.




