“idak hanya menyediakan pembiayaan, BNI juga mendukung transaksi internasional, trade finance, business matching, hingga akses informasi pasar bagi pelaku usaha Indonesia,” urai Abu Santosa Sudradjat, Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga: Komitmen ESG, BNI Gandeng Kemenhut Lindungi Dua Satwa Langka Indonesia
Pacu Transaksi Nontunai Korporasi Lewat Open Banking
Di lini domestik, BNI mempertebal fondasi open banking ecosystem guna mempermudah manajemen arus kas (cash management) sektor produktif. Korporasi membagi fokus digitalisasinya ke dalam dua jalur aplikasi utama untuk memangkas birokrasi perbankan konvensional.
Untuk segmen retail dan nasabah perorangan, BNI mengandalkan performa aplikasi teranyarnya, wondr by BNI.
Sementara untuk pengelolaan dana skala besar milik korporasi dan konglomerasi, perseroan mengoptimalkan platform BNIdirect yang terintegrasi secara real-time.
“Ke depan, BNI akan terus memperkuat perannya sebagai penghubung ekosistem ekonomi nasional dan global melalui inovasi digital, penguatan jaringan internasional, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan terhadap sektor-sektor produktif dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing global,” pungkas Abu. (*)





