“Green Drilling bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap tahapan operasi pengeboran, mulai dari perencanaan sumur hingga penutupan lokasi,” ujar Avep.
Implementasi Green Drilling sendiri mencakup sejumlah langkah strategis, mulai dari efisiensi bahan bakar untuk menekan emisi karbon, pengelolaan limbah standar lingkungan, hingga rehabilitasi lahan pasca-pengeboran.
Pentingnya Kepatuhan dan Pengelolaan Limbah
Di sisi lain, Dermawan Sembiring menegaskan bahwa regulasi lingkungan adalah mitra bagi pelaku usaha. Kepatuhan terhadap aturan lingkungan merupakan pondasi untuk memastikan bisnis tetap berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Strategi Pertamina Drilling di 2026: Capai Target Operasional Lewat Budaya Kerja Aman
Sementara itu, Aditya Hilyasa Kuntara menyoroti risiko pengelolaan sampah di area operasional. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam menangani limbah bisa memicu dampak berantai bagi ekosistem sekitar.
“Permasalahan sampah di lokasi operasi bukan hanya soal estetika. Dampaknya dapat merambat ke lingkungan yang lebih luas.”
“Memahami dampak tersebut menjadi langkah awal untuk membangun perubahan perilaku yang nyata dalam pengelolaan lingkungan di lapangan,” kata Kuntara.
Melalui ajang Sustainability Talk ini, Pertamina Drilling berharap kesadaran pekerja semakin meningkat. Langkah ini juga menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi dan aksi iklim di Indonesia. (*)




