Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Kapal BBM dan LPG untuk Satgas Ramadan Idulfitri 2026
Bergeser ke Jawa Tengah, Kilang Cilacap menggerakkan program “MAMAKU SIGAP” yang memberdayakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anak Buah Kapal (ABK).
Sementara itu, IT Semarang melalui program “Lawang Cemoro” fokus pada pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diintegrasikan dengan layanan kesehatan masyarakat.
Di Jawa Barat, Kilang Balongan meluncurkan program “BERBISIK” (Berdaya, Berkolaborasi Inklusif, Inovasi dan Karya).
Program ini menekankan pada pemberdayaan kelompok inklusif, melibatkan masyarakat difabel dan non-difabel untuk berkarya bersama.
“Komitmen Pertamina Patra Niaga tak hanya menopang ketahanan energi nasional, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, utamanya yang ada di sekitar wilayah operasi. Melalui program-program TJSL, kami merangkul dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambah Mars Ega.
Baca Juga: Dukung Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Tanam 22 Ribu Pohon di Sekitar Kilang
Target Keberlanjutan Masa Depan
Selain tujuh peringkat emas, sebanyak 71 unit operasi lainnya berhasil meraih peringkat Hijau. Perusahaan menargetkan adanya peningkatan kelas bagi unit yang masih berada di peringkat Hijau maupun Biru pada tahun-tahun mendatang.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menekankan bahwa pencapaian ini didorong oleh kepemimpinan manajemen yang kuat dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).



