Infrastruktur Pengisian dan Transportasi
Untuk mendukung mobilitas, PGN Gagas saat ini mengoperasikan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang tersebar di tujuh provinsi. Melalui merek Gasku, fasilitas ini rata-rata melayani pengisian bagi 2.200 kendaraan setiap harinya.
Baca Juga: PGN Sabet Silver Stevie Awards 2026 Lewat Inovasi Edukasi Taman Jargas Nusantara
Santiaji menekankan bahwa fondasi operasional perusahaan, mulai dari fasilitas kompresi hingga armada Gas Transport Module (GTM), telah siap diselaraskan dengan kebijakan pemerintah ke depan.
Namun, ia mencatat bahwa ekspansi tetap akan mempertimbangkan aspek keekonomian dan kesiapan infrastruktur pendukung lainnya.
Sinergi dan Ketahanan Energi
Integrasi pasokan gas bumi dengan jaringan induk PGN diklaim menjadi modal kuat dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Santiaji menegaskan bahwa CNG hadir untuk saling melengkapi dalam ekosistem energi nasional.
“Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional,” tambahnya.
Baca Juga: Konsisten Inovasi Hijau, PGN Group Raih 4 PROPER Emas dan 5 Hijau dari Kementerian LH
Ke depan, PGN Gagas menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Kementerian ESDM terkait aspek teknis, distribusi, hingga edukasi publik.
“Kami siap berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan yang ditetapkan, dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional,” tutup Santiaji. (*)






