Kondisi ini membuat ruang untuk melakukan optimalisasi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) menjadi semakin sempit.
Baca Juga: PHE Unjuk Gigi di OTC Asia 2026, Perkuat Eksistensi Hulu Migas Indonesia di Kancah Global
Komisaris PHE, Nanang Untung, mengungkapkan bahwa perusahaan akan bersandar pada tiga pilar utama: pertumbuhan pendapatan (revenue growth), efisiensi, dan penghindaran biaya (cost avoidance).
“Lapangan yang kita kelola sebagian besar sudah mature dan declining. Ini membuat tantangan semakin besar, namun sekaligus membuka peluang untuk melakukan optimalisasi yang lebih kreatif dan terukur,” ungkap Nanang.
Budaya Inovasi sebagai Motor Penggerak
Selain tantangan teknis, PHE juga mewaspadai faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak dunia dan lonjakan kebutuhan energi nasional.
Program Optimus yang kini memasuki tahun keenam diharapkan tidak lagi sekadar menjadi program tahunan, melainkan menjadi budaya kerja bagi seluruh “Perwira” PHE.
Whisnu optimistis bahwa semangat inovasi akan melahirkan terobosan baru yang mampu memberikan nilai tambah strategis, tidak hanya bagi korporasi, tetapi juga bagi ketahanan energi bangsa dan negara. (*)






