URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang negara berkembang.
Dalam pidato peresmian 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II, Prabowo menyebut penguatan industri pengolahan di dalam negeri sebagai kunci agar Indonesia bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi global yang disegani.
Prabowo menginstruksikan Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi dan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk bergerak cepat mengkaji teknologi terbaru guna memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam.
“Yang ingin saya sampaikan, kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur. Kita harus menjadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun. Kita akan menjadi negara yang hebat, percaya itu, saya sangat percaya,” ujar Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.
Baca Juga: 19 Tahun Pertagas: Mengalirkan Energi, Memperkuat Pondasi Hilirisasi Industri Nasional
Visi Hidup Seribu Tahun
Optimisme Prabowo terhadap masa depan Indonesia tampak meluap. Ia menyatakan bahwa keberhasilan hilirisasi akan membawa tingkat kemakmuran yang selama ini diimpikan rakyat.
Keinginan melihat Indonesia mencapai puncak kejayaannya pun ia sampaikan dengan metafora yang kuat.
“Saya ingin hidup seribu tahun lagi karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati, dan dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain,” tuturnya.
Bagi Presiden, hilirisasi bukan sekadar kebijakan industri biasa, melainkan instrumen kedaulatan. “Hilirisasi adalah satu-satunya jalan agar kita bisa lebih makmur,” tegas Prabowo.




