Langkah strategis lainnya adalah proyek pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Inovasi ini ditujukan untuk mensubstitusi impor LPG yang selama ini membebani neraca perdagangan.
Sementara di sektor pertanian, pengolahan sawit menjadi biodiesel terus dipacu untuk memperkuat ketahanan energi hijau.
Mewujudkan Asta Cita
Langkah masif ini merupakan pengejawantahan dari visi Asta Cita yang diusung pemerintahan Prabowo. Tujuannya jelas: membangun kemandirian ekonomi berbasis industrialisasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Namun, kesuksesan mega proyek ini ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi Triwulan I 2026 Tembus Rp147,5 Triliun, Sektor Mineral Mendominasi
Penguatan tata kelola dan sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi prasyarat mutlak agar investasi triliunan rupiah ini benar-benar memberikan efek rembes ke bawah (trickle-down effect) bagi kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Berikut daftar 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II:
1. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Dumai (Riau)
2. Pembangunan fasilitas kilang gasoline di Cilacap (Jawa Tengah)
3. Pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur)
4. Pembangunan tangki operasional BBM di Biak (Papua)
5. Pembangunan tangki operasional BBM di Maumere (Nusa Tenggara Timur)
6. Fasilitas pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim (Sumatra Selatan)
Baca Juga: Tembus Pasar Prancis, Kemenperin Pacu Hilirisasi Kakao Berdaya Saing Global






