URBANCITY.CO.ID – Komunikasi intensif antara pimpinan parlemen dan eksekutif menjadi kunci di balik respons kilat pemerintah menangani insiden kecelakaan kereta api di Bekasi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad berperan krusial dalam melaporkan situasi lapangan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dasco menghubungi Presiden pada Senin malam setelah meninjau lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Dalam sambungan telepon tersebut, Dasco menyampaikan aspirasi Wali Kota Bekasi dan Kapolda Metro Jaya terkait darurat infrastruktur keselamatan di perlintasan sebidang.
“Wakil Ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi Bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA di Bekasi. Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” ujar Prasetyo Hadi, Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga: DPR Resmi Sahkan UU PPRT, Puan Maharani: Beri Kepastian Hukum Pekerja Rumah Tangga
Anggaran Rp4 Triliun untuk 1.800 Titik
Respons cepat Presiden Prabowo mewujud dalam kebijakan anggaran besar-besaran. Pemerintah memutuskan mengalokasikan sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang mayoritas belum tersentuh pembaruan sejak lama.
Saat menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026, Presiden menegaskan bahwa keselamatan warga tidak bisa dikompromikan. “Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” kata Prabowo.




