URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengklaim perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai titik temu yang positif. Menurutnya, kesepakatan yang diraih dilandasi oleh sikap saling menghormati kepentingan nasional kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo usai melakukan rangkaian pertemuan diplomatik di Washington DC, Sabtu, 22 Februari 2026. Ia mengakui bahwa proses negosiasi tarif perdagangan memakan waktu yang cukup panjang sebelum akhirnya mencapai konsensus.
“Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati saya kira bagus ya,” ujar Presiden Prabowo kepada wartawan.
Menyiasati Dinamika Tarif Amerika
Di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi global, terutama pasca-putusan Supreme Court Amerika Serikat terkait kebijakan tarif, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap pada posisi siap beradaptasi. Pemerintah, menurut dia, menghargai dinamika politik internal Amerika namun tetap waspada terhadap dampaknya bagi ekspor nasional.
Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara
“Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegas Presiden.
Terkait pemberlakuan tarif sementara sebesar 10 persen oleh otoritas Amerika, Prabowo justru melihat celah optimisme. Ia menilai langkah tersebut masih dalam koridor yang memberikan keuntungan bagi daya saing produk Indonesia. “Saya kira menguntungkan ya. Kita siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” tambahnya.




