Ekspansi 1.000 Titik di Indonesia Timur
Setelah tahap awal rampung, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan cetak biru untuk ekspansi masif.
Sebanyak 1.000 Kampung Nelayan baru dijadwalkan mulai dibangun secara paralel pada sisa tahun 2026. Menariknya, kompas pembangunan kali ini akan lebih condong ke arah timur Indonesia.
“Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” ungkapnya.
Langkah ini diambil untuk menekan ketimpangan infrastruktur perikanan dan memperkuat kedaulatan pangan di wilayah terdepan.
Baca Juga: Pulang dari Jepang dan Korea, Presiden Prabowo Kantongi Komitmen Investasi Rp575 Triliun
Modernisasi Armada: Kerja Sama dengan Inggris
Selain infrastruktur darat, modernisasi armada tangkap menjadi poin bahasan penting dalam rapat tersebut. Trenggono menjelaskan rencana ambisius pengadaan kapal hasil kerja sama dengan Pemerintah Inggris.
Saat ini, KKP tengah memetakan kemampuan industri galangan kapal dalam negeri untuk menyerap teknologi tersebut.
“Persiapan semuanya, seperti galangan kapal di Indonesia ada berapa, yang sanggup, yang sesuai. Itu semua kita sedang analisis bersama. Mudah-mudahan nanti segera bisa cepat. Karena targetnya dua tahun harus sudah jadi,” jelasnya.
Sinergi antara pembangunan pemukiman nelayan yang layak dan penyediaan alat tangkap modern diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan nelayan tradisional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kelautan terhadap PDB nasional. (*)






