Mengingat, Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.
Pihaknya optimistis produk Indonesia mampu diterima dengan baik oleh konsumen lokal maupun jemaah dari berbagai negara di Arab Saudi.
Baca juga: Industri Pengolahan Belum Pede Tambah Produksi, Kontraksi Berlanjut
Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi.
“Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” ungkap Alamoudi.
Sebagai langkah nyata, Tamaiz Asia Trading akan melakukan pengujian pasar melalui sampel produk dari JAPFA dalam waktu dekat.
Proses negosiasi teknis dan komersial akan berlanjut secara daring melalui fasilitasi ITPC Jeddah.
Koordinasi ini memastikan seluruh standar kualitas dan sertifikasi terpenuhi sesuai regulasi di Arab Saudi.
Standar Keamanan Pangan Global
JAPFA sendiri telah memiliki status sebagai eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk makanan olahan berbasis ikan.
Baca juga: Berkah Bulan Ramadhan, Produk Industri Pengolahan Laku Keras
Kapasitas produksi yang besar serta kepatuhan terhadap standar keamanan pangan internasional menjadi nilai tambah utama bagi perusahaan.
Faktor inilah yang memberikan keyakinan kepada importir Arab Saudi untuk melakukan transaksi skala besar dengan pelaku usaha Indonesia.
Masyarakat Arab Saudi kini menunjukkan minat tinggi terhadap produk olahan boga bahari beku karena kepraktisan dan harga yang kompetitif.




