Baca juga: Megawati Hangestri Cetak 14 Poin, Red Sparks Takluk 0-3 dari Pink Spiders di Final Liga Voli Korea
Erwan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk solidaritas suporter lintas klub yang menambah atmosfer positif sepanjang musim.
“Kalau bahasa suporter kan ‘Mataram is Love’. Dengan dukungan dari berbagai pihak, alhamdulillah kami bisa memberikan yang terbaik pada pertandingan sore ini,” tambahnya.
Sepak Bola sebagai Identitas dan Ekonomi Kota
Dunia persepakbolaan Indonesia kini menyambut kembali PSIM sebagai klub legendaris yang memiliki basis pendukung militan dan sejarah panjang.
Kerja keras dan konsistensi manajemen Laskar Mataram dalam mengelola tim membuktikan bahwa transformasi klub menjadi lebih profesional menjadi kunci keberhasilan.
Ke depan, eksistensi PSIM di Liga 1 diharapkan mampu memacu peningkatan fasilitas olahraga dan pembangunan infrastruktur pendukung di Yogyakarta.
Baca juga: Megawati Hangestri: Pemain Kuota Asia Pertama Yang Berhasil Raih 1.500 Poin di Liga Voli Korea
Yakni fasilitas akan memberikan multiplier effect bagi sektor pariwisata serta gaya hidup sehat masyarakat urban.
Kemenangan ini membawa angin segar bagi dunia sepak bola tanah air yang kini semakin kompetitif dan menantang.
Dengan semangat baru di Liga 1, PSIM siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim penggembira, melainkan kekuatan baru yang siap bersaing di puncak.
Masyarakat Yogyakarta kini menantikan laga-laga penuh drama di musim depan, saat Laskar Mataram kembali mengukir sejarah di panggung yang megah. (*)




