“Saya lihat di jalan nasional ke arah Gayo Luwes masih banyak kayu. Saya takut ini akan turun lagi ke Tamiang. Jadi Kementerian PU mulai mengerjakan pekerjaan sabo dam-nya walaupun belum seharusnya dimulai,” tambahnya.
Baca Juga: Menteri PUPR Resmikan Sendiri Rusun Institut Tazkia di Sentul
Layanan Dasar dan Sektor Pertanian
Pemulihan tidak hanya menyasar jalan, tetapi juga fasilitas dasar. Dari 176 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, 165 unit atau 94 persen di antaranya telah kembali beroperasi. Selain itu, pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air baku warga terus dikebut.
Di sektor pangan, Kementerian PU bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk membersihkan lahan sawah dari endapan lumpur.
Prioritas utama adalah memastikan jaringan irigasi primer dan sekunder kembali berfungsi agar musim tanam tidak terganggu.
Pantau Wilayah Pelosok
Dody memerintahkan jajaran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tidak hanya berjaga di jalur utama, tetapi aktif menyisir wilayah pelosok.
Baca Juga: Menteri PUPR Minta Pembangunan Ruas Tol Kartasura-Klaten Rampung Agustus 2024
Koordinasi dengan TNI AD juga diperkuat, khususnya untuk pemasangan jembatan darurat (Bailey) di lokasi-lokasi terisolasi.
“Saya sudah titip pesan ke PPK untuk sering-sering melakukan pengecekan ke pelosok. Sehingga, kalau ada tempat yang butuh jembatan, bisa segera kita tangani dengan bekerja sama dengan TNI AD agar logistik tidak terganggu,” pungkasnya.
Dengan prinsip build back better, Kementerian PU berkomitmen membangun kembali infrastruktur yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana di masa depan demi keberlanjutan sosial ekonomi di Sumatera. (*)






