Baca juga: Pupuk Indonesia Gelar Operasi Pasar Murah, Penuhi Kebutuhan Pangan Selama Ramadan
Pupuk Indonesia kini mengalokasikan sumber daya lebih optimal untuk program revitalisasi pabrik yang menunjang keberlangsungan usaha jangka panjang.
Efisiensi tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi seluruh ekosistem.
Tata kelola yang semakin baik memungkinkan penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efektif.
“Sementara efisiensi yang tercipta memberikan ruang yang lebih besar bagi perusahaan untuk menjalankan investasi strategis yang mendukung pertumbuhan jangka panjang,” kata Yehezkiel.
Revitalisasi dan Hilirisasi Industri
Pupuk Indonesia kini mempercepat agenda revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan guna meningkatkan kapasitas produksi dan keandalan operasi.
Baca juga: Pupuk Indonesia, PLN dan ACWA Power Bangun Ekosistem Hidrogen Hijau
Proyek Revamping Ammonia di Pupuk Kalimantan Timur telah sukses membuktikan efisiensi perusahaan dengan penurunan konsumsi gas lebih dari 10 persen.
Perusahaan juga fokus pada program hilirisasi melalui pembangunan pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang.
Seluruh inisiatif tersebut bertujuan memperkuat daya saing industri pupuk nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor.
Pengembangan pabrik metanol juga menjadi prioritas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Pupuk Indonesia berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi ekonomi negara melalui berbagai proyek strategis ini. (*)




