Total liabilitas pun meningkat menjadi Rp495,63 miliar, sementara total aset relatif stagnan di angka Rp1,67 triliun.
Analisis Pasar: Rasional dan End-User Driven
Kinerja emiten properti di awal 2026 ini terjadi di tengah kondisi pasar yang dinilai semakin matang. Pengamat sekaligus konsultan properti, Anton Sitorus, menilai pasar properti saat ini bergerak lebih rasional dan tidak lagi terjebak dalam situasi booming spekulatif.
“Pasar properti hari ini lebih quiet, lebih rasional, dan lebih end-user driven,” ujar Anton.
Baca Juga: Kinerja 2025 Tumbuh Positif, FIFGROUP Perkuat Peran “Teman Meraih Impian” di Usia ke-37
Menurut Anton, pembeli saat ini didominasi oleh pengguna akhir (end-user), bukan investor yang mencari keuntungan cepat.
Ia mencatat sektor industri dan ritel menunjukkan performa yang baik, sementara apartemen masih bergerak lambat. Infrastruktur pun tetap menjadi faktor kunci daya tarik sebuah proyek.
“Infrastruktur itu silent multiplier. Konektivitas datang lebih dulu, baru harga mengikuti,” ucapnya.
Kondisi pasar yang stabil ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi emiten seperti MPRO untuk segera memutarbalikkan posisi defisit menjadi profit melalui strategi produk yang tepat sasaran. (*)




