Baca juga: Akselerasi Industri Kimia Indonesia: Standar Global OECD untuk Keamanan dan Investasi Berkelanjutan
Kemudian, memberikan peluang bagi masyarakat di luar pusat bisnis utama untuk meningkatkan standar hidup.
Keberhasilan pemerataan ini membuka akses lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Hal itu terbukti dengan terserapnya 1,44 juta tenaga kerja sepanjang periode tersebut.
Bagi investor, distribusi geografis yang berimbang ini menandakan peluang ekspansi lebih beragam.
Saat akses infrastruktur terus membaik di seluruh wilayah Indonesia.
Sinergi Modal Dalam Negeri dan Asing
Keseimbangan antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan kematangan iklim bisnis Indonesia.
Baca juga: Batik Asli vs Printing: Tips Cerdas Investasi Fesyen dan Dukungan bagi Perajin Lokal
Semua kalangan mengetahui bahwa iklim bisnis di Tanah Air semakin atraktif bagi semua kalangan.
Singapura, Hong Kong, dan Tiongkok memimpin arus masuk modal asing, yang mengonfirmasi posisi strategis Indonesia dalam peta investasi global di Asia.
Bagi Anda pelaku ekonomi urban, arus masuk modal ini menjadi katalisator inovasi, dan transfer teknologi.
Selain itu, mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas di berbagai sektor strategis.
Rosan Roeslani menegaskan bahwa dedikasi pemerintah dalam menjaga stabilitas investasi menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan investor.
Apalagi, persaingan ekonomi dunia akir-akir ini semakin sengit.
“Di tengah tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah saya bisa sampaikan perkembangan investasi di sini,” kata Rosan.




