“Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi milestone penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia,” kata Aldiansyah memaparkan.
Catatan Jam Kerja Aman dan Rapor Tinggi TKDN
Di balik kemegahan konstruksinya, proyek garapan KSO Timas–Pratiwi ini menyimpan catatan impresif dalam hal tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan kepatuhan keselamatan kerja.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, membeberkan bahwa proyek raksasa ini mencatatkan kumulatif jam kerja aman sebesar 4.659.090 jam tanpa ada satu pun insiden fatal (zero accident).
Tak hanya itu, proyek Cisem II juga menjadi pahlawan padat karya di tengah kelesuan ekonomi dengan menyerap tenaga kerja lokal maksimal hingga 1.981 orang pada masa puncak konstruksi di periode Juni hingga Juli 2025.
Baca juga: Pastikan Pasokan Energi Lebaran, Direksi Pertagas Tinjau Fasilitas Operasi di 8 Wilayah
Dari sisi kedaulatan industri dalam negeri, tingkat serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diklaim menembus angka 60,58 persen.
Proyek ini tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga menjadi contoh implementasi Good Corporate Governance dan keselamatan kerja yang tinggi.
“Kami mencatat kumulatif jam kerja aman sebesar 4.659.090 jam tanpa ada insiden fatal (zero accident). Selain itu, pada masa puncak konstruksi di periode Juni hingga Juli 2025, proyek ini menyerap tenaga kerja maksimal hingga 1.981 orang,” ujar Agung secara rigid.




