“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga proyek strategis ini dapat diselesaikan dan dioperasikan dengan baik,” imbuhnya.
Kelanjutan Gerilya Energi dari Batang
Baca juga:Â Jaga Infrastruktur Energi, Pertagas Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Standar WISCA
Pengaliran gas di Kandang Haur Timur ini merupakan hilir dari rangkaian pengujian sistem teknis yang sejatinya telah dicicil sejak pertengahan Maret 2026 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
Proses interkoneksi ini sengaja dirancang rumit guna menjamin pipa baru setebal ratusan kilometer tersebut klop dan menyatu tanpa kebocoran dengan fasilitas operasi eksisting milik Pertagas.
Integrasi ini otomatis menaikkan tingkat fleksibilitas distribusi gas bumi dari berbagai ladang sumber menuju pusat-pusat konsumsi energi.
Pasokan energi ke depan diklaim bakal lebih stabil dan ajek untuk menyokong kebutuhan sektor premium, seperti kawasan industri terpadu, pembangkit listrik generator raksasa, kilang minyak, pabrik pupuk, hingga sektor strategis lainnya.
Sinyal optimistis juga ditiupkan oleh Direktur Komersial PT PGN Tbk, Aldiansyah Idham. Bagi korporasi hilir gas, tersambungnya pipa ini memotong birokrasi logistik energi yang selama ini kerap tersendat di jalur tengah Jawa.
Baca juga:Â Ramadan 1447 H: Pertagas Salurkan Santunan ke 39 Yayasan Yatim di 19 Kota
Commissioning Cisem II merupakan momentum yang telah lama dinantikan. Infrastruktur ini memungkinkan sistem penyaluran gas menjadi semakin fleksibel dan terintegrasi, sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional.




