Ragam pilihan yang ditawarkan pun sangat variatif, meliputi perjalanan singkat (short escape), wisata edukasi, road trip antarkota, hingga jelajah desa wisata yang kental dengan kuliner lokal.
Kemenpar turut menggandeng raksasa industri pariwisata lintas sektor untuk memanjakan pengunjung. Beberapa mitra strategis yang ikut ambil bagian antara lain Taman Safari Group, Jatim Park, KAI Group, Jakarta Aquarium, KidZania, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), hingga Desa Wisata Ketapanrame.
Baca Juga: Kemenpar Lakukan Pivot: Fokus Pemasaran Pariwisata Dialihkan ke Asia Akibat Krisis Global
Rencanakan Liburan Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menambahkan bahwa konsep baru ini lahir dari hasil analisis perubahan perilaku konsumen pascapandemi yang kini jauh lebih selektif dalam mengatur anggaran keuangan keluarga.
“Liburan bukan hanya soal pergi jauh, tetapi tentang menciptakan pengalaman bersama yang bermakna. Karena itu, kami menggandeng berbagai mitra strategis lintas sektor untuk menghadirkan inspirasi perjalanan yang lebih terjangkau, fleksibel, namun tetap menyenangkan,” tutur Made.
Menariknya, guna mempermudah pelancong menyusun rencana perjalanan (itinerary), Kemenpar turut memperkenalkan MaIA.
Platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang tertanam di situs Indonesia.Travel ini siap bertindak sebagai asisten virtual pribadi untuk merekomendasikan agenda wisata sesuai dengan minat, anggaran, dan kebutuhan spesifik keluarga. (*)




