Tiket Belum di Tangan
Memasuki set ketiga, BJB Tandamata mencoba bangkit dan sempat memimpin 0-4. Namun, mental juara Jakarta Electric berbicara.
Agustin Wulandhari kembali menjadi tembok kokoh di depan net, memblok smes Anastasia Guerra dan membawa timnya berbalik unggul. Laga pun diakhiri dengan blok manis Khalisa Rahma yang memastikan poin penuh bagi tim “Setrum”.
Walau kini bertengger di peringkat ketiga klasemen, Alim Suseno enggan jemawa. Baginya, jalan menuju babak empat besar masih terjal.
“Tiket final four masih belum pasti. Kami masih harus terus berjuang. Dan kami akan terus evaluasi kekurangan kami dan juga meminta seluruh pemain untuk fokus,” tutur Alim. Ujian berikutnya sudah menanti di Bojonegoro pekan depan saat mereka harus meladeni Falcons dan sang pemuncak klasemen, Popsivo Polwan.
Duo Menara Penghancur
Kemenangan telak Jakarta Electric PLN Mobile atas Bandung BJB Tandamata tak lepas dari performa impresif dua legiun asing mereka. Neriman Ozsoy dan Celeste Plak terbukti menjadi pembeda di momen-momen krusial, terutama saat menghadapi tekanan blok rapat dari pemain lawan.
Analisis Kontribusi Lapangan
- Neriman Ozsoy (Turki):
- Peran: Closer & Power Spiker.
Momen Kunci: Menjadi penentu kemenangan di set pertama lewat smes keras bertubi-tubi saat skor kritis 23-22. Ketangguhannya dalam mengonversi bola-bola sulit menjadi poin menjadikannya pemain dengan efisiensi serangan tertinggi dalam laga ini.
- Celeste Plak (Belanda):
- Peran: Aggressive Attacker.
Momen Kunci: Menjadi motor kebangkitan tim di awal set kedua dan ketiga. Meski sempat melakukan kesalahan di awal laga, ia mampu membayar tuntas dengan serangan-serangan tajam yang sulit dibaca oleh pertahanan BJB Tandamata.(*)






