URBANCITY.CO.ID – Tuker guling. Dua raksasa hulu migas di bawah bendera Subholding Upstream Pertamina resmi bersekongkol untuk mengamankan denyut nadi produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.
PT Pertamina EP (PEP) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyepakati Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) jumbo dengan volume pasokan mencapai 30 Billion British Thermal Units per Day (BBTUD).
Kontrak strategis yang mengikat pasokan energi untuk operasional hulu migas ini akan berlangsung selama empat tahun ke depan, terhitung sejak periode 2026 hingga 2030.
Sinergi internal ini dirancang guna menopang stabilitas lifting minyak nasional dari blok paling produktif di tanah air.
Baca Juga: PHR Zona 4 Targetkan Bor 35 Sumur, Perkuat Sinergi dengan Pemda
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi nyata antar entitas di lingkungan Subholding Upstream Pertamina guna memastikan keberlanjutan pasokan energi untuk mendukung operasi hulu migas nasional, khususnya di Wilayah Kerja Rokan,” tegas Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).
Akal Cerdik Skema Swap Gas via Jalur Pipa Virtual
Transaksi komoditas energi ini tergolong unik dan membutuhkan rekayasa logistik tingkat tinggi. Pasalnya, sumber gas bumi milik PEP secara geografis belum terhubung langsung dengan jaringan infrastruktur pipa gas yang melintasi ladang minyak milik PHR di Rokan.
Guna menyiasati kendala fisik tersebut, kedua perusahaan sepakat menerapkan mekanisme virtual pipeline melalui skema tukar guling gas (swap gas). Perjanjian tukar guling ini bahkan telah mengantongi lampu hijau dan restu resmi dari SKK Migas.




