Keberhasilan ini didorong oleh berbagai indikator proaktif, mulai dari Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR), hingga program Visible Safety Leadership (VSL) yang melibatkan manajemen secara langsung di lapangan.
Atas konsistensi tersebut, SIG diganjar sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan serta Trofi Aditama Terbaik dari Kementerian ESDM untuk kategori pengelolaan keselamatan pertambangan.
Baca Juga: SIG Raih Rekor MURI untuk Pelatihan Ahli Bangunan Serentak
Transformasi Kepemimpinan Keselamatan
Tahun ini, SIG mengusung tema “From Compliance to Resilience”. Fokusnya adalah menggeser paradigma dari sekadar menggugurkan kewajiban regulasi menuju ketangguhan organisasi. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat Visible-Felt Safety Leadership (VFSL).
Melalui VFSL, manajemen tidak hanya hadir secara fisik untuk mengobservasi, tetapi juga memberikan intervensi konstruktif yang dirasakan sebagai bentuk kepedulian nyata oleh para pekerja.
Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan dan tanggung jawab kolektif di area kerja yang berisiko tinggi.
Sebagai langkah konkret tambahan, SIG meluncurkan “New CLSR” yang berisi 20 panduan keselamatan kerja teranyar. Panduan ini disusun berdasarkan basis data statistik insiden dan analisis risiko proses bisnis yang dinamis.
”Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority,” tegas Reni. (*)






