Baca Juga: Pionir Green Banking: BNI Perluas Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan
“Melalui dukungan layanan perbankan dan transaksi digital, kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan selama penyelenggaraan BPA Fair 2026,” urai Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, dalam keterangan tertulisnya.
Okki menambahkan bahwa BNI sangat mendukung sinergi lintas institusi dalam menciptakan proses pemulihan aset yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
Genjot Literasi Keuangan dan Pengusutan Korupsi Bersih
Selain menyediakan infrastruktur pembayaran, BNI mendirikan gerai khusus untuk memfasilitasi pembukaan rekening darurat, pengajuan kartu kredit baru, serta menggelar sesi kelas edukasi (talkshow) hukum-keuangan.
Edukasi ini ditujukan agar masyarakat awam paham cara aman membeli barang lelang sitaan negara secara legal dan terlindungi hukum.
Baca Juga: Kinerja BNI Kuartal I 2026: Laba Bersih Rp5,6 Triliun, Kredit Tumbuh 20 Persen Lewat Strategi BRAVE
Kolaborasi strategis antara korporasi perbankan dan korps adhyaksa ini dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan publik (public trust) terhadap keseriusan penegakan hukum di tanah air.
Dengan proses bayar lelang yang transparan dan terpantau sistem perbankan, ruang gelap manipulasi harga barang rampasan koruptor dapat ditekan habis. (*)




