URBANCITY.CO.ID – Rumah bukan sekadar tempat bernaung, melainkan aset fundamental yang menentukan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat urban. Penting, renovasi rumah.
Memahami pentingnya standar hunian layak, Menteri PKP Maruarar Sirait menggandeng Kementerian Dalam Negeri dan BPS untuk memastikan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menyentuh target yang tepat.
Sinergi ini menjadi langkah krusial dalam menciptakan ekosistem perumahan yang sehat, melalui renovasi rumah.
Sekaligus memastikan alokasi dana bantuan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi Data: Kunci Efisiensi Anggaran
Koordinasi antara Menteri PKP Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Senin (6/7/2026), menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga akurasi pendataan.
Baca juga: Pasar Hunian Urban Semester II 2026: Investasi Pintar dan Gaya Hidup Modern
Dengan integrasi data dari BPS dan pengawasan ketat dari Kemendagri, proses seleksi penerima bantuan menjadi jauh lebih transparan.
“Program BSPS tahun ini meningkat sangat signifikan. Kami mendapat dukungan luar biasa dari Menteri Dalam Negeri melalui koordinasi dengan seluruh kepala daerah,” ujar Menteri PKP
Sehingga, proses pelaksanaannya dapat berjalan lebih baik.
“Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, kami juga mendapat dukungan penuh dari BPS melalui penyediaan data yang akurat,” imbuhnya.
Sinergi ini bahkan mencakup rencana ambisius perbaikan 15 ribu rumah tidak layak huni di kawasan perbatasan.




