URBANCITY.CO.ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bergerak taktis mengamankan pasokan energi bersih jangka panjang untuk kebutuhan domestik.
Subholding Gas Pertamina ini resmi menyepakati prinsip komersial utama (agreements in principle) dengan INPEX CORPORATION terkait rencana penyerapan (offtake) LNG dan gas bumi dari Proyek Abadi LNG, Blok Masela.
Kesepakatan strategis hulu-hilir tersebut diteken di sela-sela perhelatan Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Jakarta.
Langkah ini menjadi tonggak penting mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis nasional dengan cadangan gas raksasa.
Baca Juga: Genap 61 Tahun, PGN Fokus Transformasi Energi dan Ekspansi LNG Hub
“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen nyata PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik untuk kebutuhan pelanggan, sekaligus sebagai bagian dari Pertamina Group dalam perannya memenuhi kebutuhan energi dan pondasi ketahanan energi nasional,” tegas Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, Rabu (20/5/2026).
Sinergi Internal Holding Migas Pertamina
Melalui kesepakatan awal ini, PGN bersama INPEX selaku operator Blok Masela, serta mitra joint venture lainnya yaitu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd., bersiap tancap gas ke tahap berikutnya.
Seluruh pihak akan menyusun Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) yang mengikat secara hukum untuk pasokan LNG dan gas bumi tersebut.
Komitmen PGN sebagai pembeli domestik utama (domestic buyer) tidak hanya mempercepat proyek Abadi LNG menuju Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID), tetapi juga menciptakan sinergi internal yang kokoh di dalam Holding Migas Pertamina.




