URBANCITY.CO.ID – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 29 Juli 2026 menegaskan, sektor jasa keuangan nasional berada dalam kondisi stabil.
Menariknya, OJK meraih prestasi tersebut di tengah eskalasi geopolitik global dan fluktuasi pasar energi.
Masyarakat urban dan para investor profesional memandang ketahanan makroekonomi sebagai fondasi esensial dalam merancang portofolio investasi yang aman dan menguntungkan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa bauran kebijakan fiskal dan moneter yang adaptif mampu meredam tekanan eksternal secara efektif.
Stabilitas finansial ini memberikan rasa aman bagi para pelaku bisnis perkotaan untuk terus berekspansi di tengah dinamika ekonomi modern.
“Stabilitas sektor keuangan tetap terjaga didukung oleh bauran kebijakan fiskal dan moneter yang memadai di tengah ketidakpastian global,” ujar Friderica Widyasari Dewi.
Baca juga:Â Kinerja Perbankan & Investasi Tumbuh Solid: OJK Jaga Stabilitas
Menavigasi Volatilitas Pasar Global
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan tarif baru antarnegara memicu pergerakan pasar keuangan global yang mixed.
Namun, aktivitas manufaktur domestik berhasil kembali memasuki zona ekspansi dengan PMI sebesar 50,2.
Para perencana keuangan perkotaan memanfaatkan momentum penurunan inflasi domestik di level 2,88% yoy untuk mengoptimalkan strategi lindung nilai.
Bahkan, dapat melakukan diversifikasi aset produktif.
Regulator memperketat pengawasan ekosistem pasar guna melindungi kepentingan investor ritel dari potensi risiko sistemik.




