Menkeu Dorong LPEI Guyur Bunga Murah, Amankan Manufaktur dan Pasar Urban

Menkeu dorong LPEI beri pembiayaan murah bagi manufaktur di Indonesia Eximbank Export Connect.(Foto: Urbancity/Pool/kementrian keuangan)

URBANCITY.CO.ID – Menkeu Dorong LPEI Guyur Bunga Murah, Amankan Manufaktur dan Pasar Urban
Pemerintah bergerak cepat memproteksi denyut industri manufaktur padat karya yang menjadi pilar stabilitas ekonomi dan penopang rantai pasok gaya hidup perkotaan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor industri yang menghadapi tekanan akibat persaingan global.

Kebijakan afirmatif ini membuka peluang ekspansi baru bagi pelaku usaha sekaligus menjaga likuiditas pasar modal domestik tetap bergairah.

Menteri Keuangan menyoroti sektor-sektor strategis seperti tekstil, sepatu, baja, hingga furnitur yang memerlukan bantalan likuiditas agar tetap mampu bertahan dan berekspansi di pasar global.

Baca Juga: Transparansi Pajak Terbaik Dunia, Kemenkeu Salurkan Rp389 Triliun untuk UMKM

Bagi ekosistem urban, ketahanan sektor-sektor ini menjadi kunci penjaga daya beli jutaan tenaga kerja produktif sekaligus penopang tren ritel, fesyen, serta kebutuhan furnitur modern masyarakat kota.

Injeksi Likuiditas Murah Selamatkan Sektor Padat Karya

Pemerintah memastikan negara hadir menyuntikkan likuiditas murah ke lini usaha yang selama ini terjepit ketatnya syarat perbankan komersial.

“Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman,” ungkap Menkeu dalam Indonesia Eximbank Export Connect di Jakarta pada Jumat (11/09).

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.