Hilirisasi dan Kemandirian LPG
Selain memperkuat pasokan gas, pemerintah menargetkan produksi kondensat sebesar 90 ribu barel pada 2028, yang diproyeksikan naik menjadi 150 ribu barel pada periode 2029-2030. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka impor minyak mentah (crude oil).
Bahlil juga telah menginstruksikan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan verifikasi mendalam terhadap jenis gas di temuan terbaru tersebut. Jika mengandung fraksi C3 dan C4 yang mencukupi, pemerintah berencana membangun industri LPG di Kalimantan Timur untuk mencukupi kebutuhan domestik.
Langkah strategis ini juga ditujukan untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri besar, seperti Lotte Chemical di Cilegon yang membutuhkan sekitar 1,5 juta ton bahan baku tahun ini, serta industri petrokimia lainnya.
“Ini penting di era kondisi dunia menjaga kondisi cadangan mereka, kita bersyukur dan fokus untuk mencari cadangan minyak baru,” pungkas Bahlil.






