Kemenperin Tepis Isu Deindustrialisasi, Sebut Manufaktur RI Masih Bertaji

URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah keras tudingan yang menyebut sektor manufaktur Indonesia sedang mengalami gejala deindustrialisasi atau penurunan skala industri.

Mengacu pada data Produk Domestik Bruto (PDB) serta statistik ketenagakerjaan dari Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah menegaskan industri pengolahan tetap kokoh menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional justru menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, yakni melesat dari 17,92 persen pada triwulan II-2022 menjadi 19,20 persen pada triwulan I-2026.

“Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia,” ujar Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Bukan Cuma Jadi Pasar, Indonesia Kejar Target Kemandirian Manufaktur Otomotif

Dasarnya, sambung dia, adalah data BPS yang menunjukkan bahwa ada tren peningkatan pada kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional.

Luruskan Kekeliruan Tafsir Data KBLI BPS

Febri menilai, analisis dari pihak-pihak yang menyebut adanya deindustrialisasi lahir dari kekeliruan dalam membaca data runtun waktu (time series) PDB periode 2005–2025.

Penurunan rasio yang sempat terlihat di masa lalu bukan dipicu oleh kemunduran industri, melainkan karena adanya reformasi konsep Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh BPS pada 2010.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.