Integrasi teknologi ini memungkinkan nasabah menikmati layanan transaksi yang lebih cepat, aman, dan efisien, sekaligus memperkuat porsi dana murah (CASA) perseroan.
Selain itu, pada segmen wholesale banking, platform BNIdirect juga mencatat pertumbuhan transaksi di atas 25% year-on-year.
Hal itu menjadi bukti bahwa BNI menjadi mitra utama bagi korporasi dalam mengelola likuiditas dan rantai pasok bisnis mereka.
Baca juga:Â Devin/Faathir Tembus Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Buah Pembinaan PBSI-BNI
Digitalisasi bukan sekadar tren bagi BNI, melainkan instrumen strategis untuk menjangkau ekosistem nasabah yang lebih luas di tengah gaya hidup urban yang serba cepat.
Dengan memangkas birokrasi perbankan melalui aplikasi digital, BNI berhasil meningkatkan produktivitas organisasi dan efisiensi operasional.
Keberhasilan ini terbukti dari membaiknya indikator kualitas aset, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto yang turun ke level 1,9% sepanjang tahun 2025.
Menjaga Momentum Kinerja dan Nilai Investasi
Kinerja keuangan yang solid hingga Mei 2026 menjadi bukti nyata efektivitas agenda transformasi BNI.
Dengan total aset mencapai Rp1.365,36 triliun dan laba bersih sebesar Rp9,05 triliun dalam lima bulan pertama, BNI menunjukkan ketangguhan permodalan.
Ketangguhan ini tentunya mampu menopang agenda pembangunan nasional.
Posisi ekuitas yang mencapai Rp160,99 triliun memberikan ruang bagi perseroan untuk terus berekspansi.
Bahkan, menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham di jangka panjang.




