Anda melihat bagaimana teknologi canggih ini memanfaatkan machine learning untuk melakukan pemeliharaan prediktif (predictive maintenance) secara real-time pada mesin produksi.
Solusi mutakhir ini mendeteksi potensi gangguan secara dini dan menekan risiko downtime
Selain itu, mengoptimalkan keandalan aset perusahaan secara signifikan.
Keberhasilan uji coba dengan tingkat kepuasan tinggi ini membuktikan bahwa efisiensi operasional berbasis data adalah kunci sukses bisnis masa kini.
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi menjelaskan bahawa PIDI 4.0 memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept (PoC).
“Ini sebagai sarana bagi perusahaan untuk menguji kelayakan suatu solusi digital dalam kondisi operasional sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas,” paparnya.
Baca juga:Â Kemenperin Pacu Hilirisasi Singkong demi Perkuat Daya Saing Industri Pangan Nasional
Kolaborasi Strategis dan Masa Depan Manufaktur
Kolaborasi sinergis antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri menciptakan ekosistem digital yang sangat prospektif bagi kemajuan sektor farmasi nasional.
Bahkan, Anda mendapati bahwa integrasi sistem yang komprehensif membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memperkuat daya saing di pasar global yang semakin kompetitif.
Pihak manajemen Kalbe Farma dan NEC Indonesia menyambut positif pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam sejarah modernisasi industri tanah air.
Sehingga, Kemenperin optimis bahwa perluasan adopsi teknologi cerdas ini akan terus berlanjut demi mewujudkan target pembangunan industri nasional yang inklusif dan berkelanjutan.



