Baca juga:Â PTP Nonpetikemas Genjot Ekspor 3.500 Ton Olein Lewat Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Yakni pelabuhan yang ramah lingkungan sekaligus canggih secara operasional.
Bagi para investor, langkah ini menciptakan iklim bisnis yang lebih stabil dan prediktabel.
Karena rantai pasok yang terdigitalisasi mampu meminimalisir risiko operasional dan menekan biaya logistik secara signifikan.
Implementasi program ini terbukti memberikan dampak nyata pada kinerja delapan pelabuhan besar yang menjadi percontohan.
Mulai dari PT Petrokimia Gresik hingga Terminal Petikemas Bitung.
Komitmen mereka menerapkan praktik pelabuhan hijau menjadi bukti bahwa keberlanjutan lingkungan dan efisiensi teknologi dapat berjalan berdampingan.
Hal itu menjadi prasarat Utama demi menciptakan customer experience yang lebih baik bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Masa Depan Rantai Pasok Berkelanjutan
IDSurvey, sebagai strategic holding BUMN, memegang peranan krusial sebagai penjamin mutu dan penyedia layanan assurance bagi keberhasilan transformasi ini.
Baca juga:Â Libur Panjang 2026, ASDP Perkuat Layanan 4 Pelabuhan Utama Antisipasi Lonjakan
Mereka memastikan bahwa setiap pelabuhan yang berpartisipasi tidak hanya patuh pada regulasi.
Tetapi juga mampu mengadopsi inovasi teknologi terkini seperti sistem self-assessment di platform My Green Port.
Sinergi lintas sektoral ini membangun fondasi kuat bagi Indonesia untuk bersaing dalam perdagangan global.
Dimana, persaingan akhir-akhir ini semakin menuntut transparansi dan jejak karbon yang rendah.




