Capaian ini menunjukkan bahwa daya beli petani meningkat secara signifikan dan ekonomi pedesaan sedang menikmati masa kejayaannya.
Produksi beras yang menembus angka 34,69 juta ton pada 2025 menjadi bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan konsumsi masyarakat urban dengan kesejahteraan petani di hulu.
Peningkatan NTP adalah indikator keberhasilan paling valid bagi keberpihakan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.
Baca juga:Â Airlangga Hartarto: India dan Filipina Incar Impor Pupuk Urea dari Indonesia
Dengan ekonomi petani yang semakin kuat, konsumsi domestik di tingkat daerah akan terus tumbuh dan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Pemerintahan Prabowo telah menetapkan standar baru dalam pembangunan sektor agraris yang berfokus pada efisiensi biaya.’
Kemudian modernisasi teknologi, dan kesejahteraan ekonomi.
Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini pun telah membuahkan hasil manis dengan menguatnya ketahanan pangan nasional.
Seiring dengan hal itu, kehidupan petani juga semakin sejahtera. Menurut data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73.
“Ini adalah angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir, yang berarti ekonomi dan daya beli para petani kini semakin membaik,” tutur Qodari. (*)




