URBANCITY.CO.ID – Pemerintah kini merancang program pengembangan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare sebagai langkah nyata percepatan hilirisasi sektor pertanian.
Inisiatif strategis ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di berbagai pelosok daerah.
Program yang berjalan hingga 2027 ini menargetkan pengembangan komoditas strategis nasional seperti kakao, kopi, kelapa, hingga tebu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah menggandeng BUMN pangan untuk mengawal akselerasi penanaman hingga proses hilirisasi.
Luasan lahan 870 ribu hektare ini tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk mencakup seluruh kabupaten di tanah Papua.
Baca juga:Â Kementan Kebut Percepatan Tanam Padi di 10 Provinsi Sentra demi Amankan Stok Beras
Langkah ini memastikan setiap petani lokal mendapatkan akses lahan yang produktif untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Akselerasi Hilirisasi Komoditas Strategis
Kementerian Pertanian kini memprioritaskan pembangunan pabrik pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.
Saat ini, pemerintah telah membangun pabrik pengolahan kelapa di Maluku Utara dan menargetkan penambahan fasilitas serupa di Morowali serta Indragiri Hilir pada tahun ini.
Strategi hilirisasi ini memungkinkan petani memperoleh harga jual yang lebih kompetitif dibandingkan menjual bahan mentah.
“Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN pangan, kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, kelapa, dan tebu,” ujar Amran usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6).




