URBANCITY.CO.ID – Pertamina EP Cepu (PEPC) resmi mengakhiri rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 yang telah berlangsung sejak 12 Januari lalu.
Melalui momentum ini, anak usaha Subholding Upstream Pertamina tersebut menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif di seluruh wilayah kerja Regional 4 Indonesia Timur.
Acara penutupan yang digelar pada Rabu, 25 Februari 2026 ini dihadiri oleh Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, dan Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman.
Dalam laporannya, perusahaan mencatat kenaikan signifikan pada aktivitas Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Sebanyak 16 kegiatan digelar atau naik 33 persen dibanding tahun lalu, dengan partisipasi pekerja yang melonjak hingga 63 persen.
Baca Juga: Direksi Pertamina Drilling Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja
Budaya Keselamatan: Lebih dari Sekadar Dokumen Audit
Direktur Utama Regional 4 Indonesia Timur, Ruby Mulyawan, menekankan bahwa esensi K3 bukan sekadar mengejar statistik zero accident atau formalitas administratif untuk memenuhi audit. Bagi Ruby, K3 adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap keluarga setiap pekerja.
“K3 bukan sekadar pencapaian angka zero accident atau pemenuhan dokumen audit, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab terhadap keluarga di rumah,” ujar Ruby tegas.
Ia mendorong para pekerja untuk memiliki keberanian dalam menjalankan Stop Work Authority jika menemukan kondisi yang tidak aman di lapangan. Menurutnya, kepedulian antar-rekan kerja merupakan fondasi utama untuk membangun budaya kerja yang berkelanjutan.




