- Laki-laki: 67 tahun
- Perempuan: 76 tahun
Kepemimpinan politik saat ini dipegang oleh Presiden Nicolas Maduro, yang memerintah sejak Maret 2013 setelah wafatnya Hugo Chavez. Maduro dinyatakan menang dalam pemilu presiden Juli 2024 oleh Dewan Pemilihan Nasional Venezuela (CNE) dan memperoleh masa jabatan ketiga berturut-turut.
Namun, oposisi menyatakan bahwa kandidat mereka, Edmundo González, adalah pemenang sah. González kemudian melarikan diri ke Spanyol setelah otoritas Venezuela menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya.
Amerika Serikat, Uni Eropa, dan mayoritas negara Barat menolak mengakui kemenangan Maduro tanpa transparansi data pemilu. Sebaliknya, hasil pemilu tersebut diakui oleh sekutu Maduro seperti Rusia, China, dan Iran.
Berbeda dengan krisis pemilu 2018, ketika AS dan puluhan negara mengakui oposisi Juan Guaido sebagai presiden interim, kali ini negara-negara Barat memilih pendekatan negosiasi damai yang dikenal sebagai “pendekatan Brasil”.
Baca Juga : Bidang Studi yang Kurang Relevan di Era 2026 Menurut Pakar
Situasi Media Saat Ini
Polarisasi politik di Venezuela sangat terlihat dalam dunia persnya. Stasiun televisi milik pemerintah jarang memberikan ruang bagi suara oposisi, sedangkan media independen dan diaspora beroperasi melalui platform daring.
Menurut laporan Reporters Without Borders, banyak wartawan Venezuela dipaksa meninggalkan negara akibat ancaman dan serangan fisik. Media sosial kini menjadi medan utama bagi perdebatan narasi antara pemerintah dan kelompok oposisi.
Walaupun Venezuela diberkahi sumber daya alam yang melimpah, negara ini menunjukkan bahwa kekayaan minyak tidak selalu menjamin kemakmuran masyarakat, apalagi jika krisis politik dan pengelolaan yang lemah terus berlanjut.






